Senin, 12 Mei 2025
Bayang di Balik Jendela Pecah
Di ujung Desa Sukaraja, berdiri sebuah rumah kayu tua yang sudah puluhan tahun ditinggalkan. Warga desa menyebutnya "Rumah Janda" karena konon, seorang janda misterius pernah tinggal di sana sebelum menghilang tanpa jejak. Jendela-jendela rumah itu kini pecah, ditumbuhi lumut, tapi setiap malam, lampu redup tampak berkedip di dalam, meski listrik sudah diputus bertahun-tahun lalu.Rina, seorang jurnalis muda, tertarik menyelidiki rumor ini. Malam itu, ia menyelinap ke rumah tua dengan hanya berbekal senter dan kamera. Di dalam, udara terasa berat, bau tanah basah menyengat. Langkahnya terhenti saat ia mendengar suara langkah kaki di lantai atas, padahal rumah itu seharusnya kosong. Cahaya senternya menyapu dinding, menangkap coretan aneh yang tampak seperti tulisan kuno, tapi tak bisa ia baca.Saat ia mendekati jendela pecah di ruang tamu, sesosok bayangan melintas di luar, terlalu cepat untuk dilihat jelas. Jantung Rina berdegup kencang. Ia mengarahkan kamera, tapi layar hanya menunjukkan pantulan wajahnya sendiri—dan sesosok wajah lain di belakangnya, tersenyum lebar. Rina menoleh, tapi tak ada siapa-siapa. Namun, saat ia memeriksa rekaman, suara bisikan samar terdengar, berulang-ulang: "Kamu sudah masuk… kamu takkan keluar."Pagi harinya, warga menemukan kamera Rina tergeletak di halaman rumah, tapi ia sendiri tak pernah kembali. Rekaman di kamera itu kini jadi bahan perbincangan, dengan satu frame yang membuat semua orang bergidik: jendela pecah dari luar, menunjukkan bayangan Rina di dalam—dan sosok lain yang berdiri tepat di belakangnya.Apa yang sebenarnya terjadi di Rumah Janda? Apakah Rina menemukan rahasia yang tak seharusnya ia tahu? Hingga kini, tak ada yang berani mendekati rumah itu lagi, tapi lampu redup masih berkedip setiap malam, seolah mengundang pengunjung baru.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar