Rabu, 14 Mei 2025

"Bayangan di Balik Jendela Tua"

Di sebuah desa kecil bernama Sukamurni, berdiri sebuah rumah tua di ujung jalan berbatu. Rumah itu dikenal sebagai "Vila Angker" oleh warga setempat. Konon, setiap malam, sebuah bayangan hitam muncul di balik jendela loteng, seolah mengintip keluar, meski rumah itu sudah kosong selama puluhan tahun.Alya, seorang mahasiswi jurnalistik yang penasaran, memutuskan untuk menyelidiki. Dia datang ke vila itu pada malam yang berkabut, membawa kamera dan senter. Warga memperingatkannya, "Jangan masuk setelah tengah malam, atau kau takkan kembali sama." Alya hanya tersenyum, menganggap itu cuma cerita rakyat.Saat memasuki vila, udara terasa dingin menusuk. Lantai kayu berderit di bawah langkahnya, dan bau apak memenuhi hidungnya. Dia menaiki tangga menuju loteng, tempat bayangan itu sering terlihat. Jendela tua di loteng tertutup rapat, tapi ada goresan aneh di kacanya, seperti bekas cakar.Alya mengarahkan kameranya ke jendela, berharap menangkap sesuatu. Tiba-tiba, lampu senternya berkedip-kedip, lalu mati. Dalam kegelapan, dia mendengar suara napas pelan di belakangnya. Jantungnya berdegup kencang. Dia menoleh, tapi tak ada siapa-siapa. Saat senternya menyala kembali, dia melihat bayangan hitam di jendela—tapi kali ini, bayangan itu ada di dalam ruangan, tepat di depannya.Alya berteriak dan berlari menuruni tangga, tapi pintu depan yang tadi terbuka kini terkunci rapat. Dia mendengar langkah berat dari loteng, mendekatinya perlahan. Di saku jaketnya, ponselnya tiba-tiba bergetar. Ada notifikasi dari kamera yang dia tinggalkan di loteng. Dengan tangan gemetar, dia membuka aplikasi kameranya.Foto terakhir yang diambil menunjukkan jendela tua itu. Tapi di balik kaca, bukan bayangan hitam yang dia lihat. Itu wajahnya sendiri, tersenyum lebar, dengan mata yang bukan miliknya.Keesokan harinya, warga menemukan vila itu kosong. Kamera Alya ditemukan di loteng, tapi memorinya kosong. Hingga kini, setiap malam, bayangan di jendela tua itu masih terlihat—dan kadang, warga bersumpah mereka mendengar suara tawa pelan yang mirip suara Alya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar